Jumat, 14 Juni 2013

All About Meeeoooong

Tahukah anda bahwa semua jenis kucing yang ada berasal dari satu nenek moyang?




Kucing memiliki sekitar 30 gigi dalam mulutnya.

Kucing tidur paling lama diantara binatang lainnya, sekitar 16 jam.

Kucing dengan bulu putih dan mata biru biasanya terlahir tuli, walaupun begitu indera lain mereka berkembang sebagai gantinya.


Dalam kerajaan binatang, IQ kucing hanya dapat dilewati oleh monyet dan simpanse


Kucing lebih mungkin selamat jika terjatuh dari lantai 20 daripada lantai 7. Alasannya karena kucing membutuhkan waktu setara dengan 8 tingkat untuk menyadari apa yang terjadi, tenang dan membetulkan posisinya.

Kucing bisa berjerawat.

Sama dengan frekuensi mesin diesel yang tidak sedang bekerja, kucing bergumam 26 putaran/detik

Kumis pada kucing sangat sensitif dan dapat merasakan perubahan tekanan udara bahkan yang kecil sekalipun. Kemampuan ini membuat kucing dapat menggunakannya sebagai penuntun alternatif untuk bergerak dalam kegelapan ketika ia tidak dapat melihat.

Semua kucing berjalan dengan jinjit.

Walaupun kucing memiliki 5 jari di kaki depan, mereka hanya mempunyai 4 jari pada kaki belakang. Namun pada beberapa kucing dapat terlahir dengan jari banyak sampai 7 bahkan dengan tulang tambahan.

Pada saat kucing berumur 6 bulan, itu setara dengan 10 tahun usia manusia.

Jika anda butuh sinar UV untuk melihat, pakai saja kencing kucing, karena kencing mereka menyala dalam gelap.

Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species. Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia (syukurlah…). Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies.

Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dicari dan mahal harganya.

Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata “Meong”. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan “Meow”. Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis “Miaow”. Kalau bahasa Jepang sering ditulis dengan kata “Nya”.

Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kg dan jarang melebihi 10 kg, kecuali diberi makan berlebih, si pussy bisa mencapai berat badan 23 kg. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, dimana kucing tertua pernah diketahui berusia 36 tahun! Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.

Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya. Sementara itu kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 – 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 – 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari!

Percaya atau tidak, di abad pertengahan kucing dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya bahwa wabah Black Death atau wabah pes menyebar dengan cepat di Eropa pada abad ke-14 akibat tahyul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing yang dilakukan sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah pes tersebut.

Apakah kucing itu mengeong atau mengaum, dia tetap saja turunan dari spesies Felis silvestris , yang dapat dikategorikan sebagai kucing liar Afrika, kucing liar Eropa dan kucing liar Steppe.

Jenis yang paling kecil adalah kucing berbulu bintik-bintik yang ditemukan di Sri Lanka. Ukurannya setengah ukuran kucing kampung. Sedangkan kucing yang terbesar adalah seekor harimau. Harimau jantan Siberia atau harimau Amur mempunyai panjang badan keseluruhan lebih dari 3m (10 ft) dan berat badan hingga 300kg (660 lb).

Singa adalah rajanya para kucing. Berbeda dari jenis kucing lainnya, tidak hanya dalam penampilannya saja, tetapi juga dari sifat hidupnya yang berkelompok. Seekor singa jantan berat badannya mencapai 225kg (500 lb) dan panjang badannya dapat mencapai hingga 3m (10 ft).

Kucing yang tercepat, cheetah, juga merupakan binatang daratan yang paling cepat larinya. Dapat mencapai kecepatan 95 km/jam (60 mph) dalam waktu singkat. Tidak seperti kucing lainnya, dia tidak mengaum melainkan bersuara melengking. Dan seperti kucing rumahan, dia juga mendengkur.

Meong!
Kucing kampung mendengkur setiap 26 kali per detik, sama dengan frekwensi mesin disel dalam keadaan idle. Kucing kampung dapat mendengar frekswensi suara hingga 65 kHz, sedangkan manusia hingga 20 kHz. Kemampuan indera penciumannya 14 kali lebih kuat daripada penciuman manusia.

Pada mata kucing ada lapisan pemantul cahaya yang dinamakan tapetum lucidum, yang menyebabkan mata kucing berpendar di malam hari. Lapisan pemantul ini dapat menyerap cahaya 6 kali lebih kuat daripada mata manusia, yang memungkinkan kucing untuk dapat melihat di kegelapan.

Ada lebih dari 3.000 jenis kucing kampung, tetapi hanya 8% diantaranya yang mempunyai silsilah. Dan tidak seperti kucing biasanya, jenis ini ditemukan diseluruh dunia dengan jenis yang berlimpah. Di Amerika Serikat sendiri, jumlah kucing lebih banyak daripada jumlah anjing, dan masyarakat lebih banyak berbelanja makanan kucing daripada makanan bayi.

Kucing kampung – atau jenis kucing apapun juga – tidak mempunyai 9 nyawa cadangan. Mereka juga tidak selalu mendarat dengan ujung kakiknya. Dikatakan bahwa seekor kucing yang jatuh dari tingkat 20 mempunyai kemungkinan selamat lebih besar dibanding dengan yang jatuh dari tingkat 7, karena seekor kucing membutuhkan ketinggian sekurangnya 7 lantai untuk dapat mengatur tubuhnya agar dapat mendarat dengan kakinya.

Kucing melangkah dengan kedua kaki kirinya, sedangkan pada saat berlari menggunakan kedua kaki kanannya. Satu-satunya binatang yang melakukan hal ini adalah jerapah dan onta.

Kucing langka
Memang jenis kucing kampung adalah yang paling banyak, tetapi ada juga jenis kucing yang sangat langka bahkan terancam kepunahan di muka bumi. Hanya terdapat sekitar 250 ekor kucing mirip musang di Malabar, Asia yang berjuang dari kepunahan. Kucing Iriomote, ditemukan di kepulauan Jepang Iriomotejima, dengan jumlah kurang dari 100 ekor.

Ternyata kucing itu bermimpi dan ngelindur juga, kalo kentut baunya asem banget, bisa bunyi pula, suka iseng makanin serangga seperti kecoak, tapi abis itu dimuntahin, bisa diajarin boker di kamar mandi, kalo dari kecil dibecandain terus gedenya jadi hiperaktif, kalo ga suka dicakar, jangan pernah becandain pake tangan, sampe dia gede ga akan pernah selamet tuh tangan, kucing manja suka ngenyotin selimut, kucing gede gak selalu pemberani, kadang harus nganterin dia boker di luar kalo malem kalo dia udah mulai meong2 kebelet tapi ga mau kluar rumah

Umur Kucing
Pastinya kita pernah bertanya-tanya dalam hati, berapa sih, umur maksimal kucing ?. Mungkin pula pernah berfikir, Umur Si Manis sekarang 7 tahun, berapa lama lagi si Manis bisa menemani kita ? atau Seandainya si Manis adalah manusia, berapa umurnya sekarang ?.

Umur maksimal kucing
Kebanyakan kucing dapat mencapai umur 11-12 tahun. Kucing yang hidup di dalam rumah (indoor) biasanya berumur lebih panjang dibandingkan dengan kucing yang hidup di luar rumah (outdoor). Kucing indoor dapat mencapai umur 16 tahun, bahkan ada yang mencapai 20 tahun. Rata-rata kucing outdoor berumur 8 tahun.
Ada juga yang pernah bertanya “Berapa sih rata-rata umur kucing kampung yang sering berkeliaran di jalan ? kok, sepertinya tidak pernah melihat kucing mati selain yang sering terlihat mati terlindas mobil ?”. Sebenarnya belum pernah ada penelitian mengenai umur kucing kampung yang sering berkeliaran di jalan-jalan sekitar pasar, restoran dan tenda pecel lele. Tapi, berdasarkan pengamatan sepintas, sepertinya kucing-kucing ini rata-rata berumur 4-6 tahun.
Kebanyakan mati pada saat masa sapih, yaitu pada saat mulai berhenti menyusu tetapi belum mampu mencari makan sendiri. Beberapa mati karena buruknya makanan dan nutrisi, lainnya mati karena terkena penyakit virus dll.
Kucing yang diberi makan dirumah tetapi tetap berkeliaran di luar rumah mempunyai rata-rata umur lebih lama dibandingkan kucing liar. Dari segi nutrisi dan kebersihan makanan mereka lebih baik dibandingkan kucing liar. Kucing yang ada di rumah cuma pada saat makan pagi dan sore ini, biasanya mati karena berbagai penyakit yang tertular pada saat berkeliaran “dugem” bersama kucing lain.

Umur kucing dibandingkan dengan umur manusia
Setidaknya ada beberapa versi perbandingan umur kucing dengan manusia, yaitu :
a.1 tahun umur kucing = 6 tahun umur manusia. Jadi bila Si manis berumur 7 tahun, ia seumur dengan orang berumur 42 tahun.
b.1 tahun pertama, kucing setara dengan manusia usia 15 tahun. Tahun berikutnya 1 tahun usia kucing setara dengan 4 tahun umur manusia. Jadi kalau si manis berumur 7 tahun, ia setara dengan manusia berumur 15 + (6 x 4)=15 + 24= 39 tahun.
c.Ada juga yang menyatakan 1 tahun pertama, kucing setara dengan manusia usia 20 tahun. Tahun berikutnya 1 tahun usia kucing setara dengan 4 tahun umur manusia. Jadi kalau si manis berumur 7 tahun, ia setara dengan manusia berumur 20 + (6 x 4)=20 + 24= 44 tahun.
Tak peduli berapa pun umur si manis yang penting kita berikan yang terbaik untuk si manis dengan nutrisi yang baik, vaksinasi teratur, perawatan dan kasih sayang terbaik yang kita mampu.

“Kucing adalah air mata Rasulullah”

Si Epos Kucing Paling Ganteng Sekomplek Bukit Hijau

Si Epos



Merupakan kucing dengan nama latin Felis silvestris catus. Namanya Cepot tapi biasa dipanggil Epos ama anak Asrama Merudung Putri, kucing yang tiba2 udah menjadi penghuni asrama kami. Gak tau datang dari mana dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan alias kurus. Udah di usir sih awal nya karena jorok eh tapi dianya gak mau pergi. Ya udah sama anak asrama dibiarin aja dirumah. Awalnya sih gak peduli, kok kelamaan jadi sayang jga yah.


Ini waktu dia tidur, lucu yah Hehe. Kelakuan nya epos ini kayak anak balita menggemaskan. 
Kegiatan epos sehari-hari itu, makan, main, tidur. 
Makannya epos itu ikan ama makanan khusus buat kucing. Ikan sih kalo 1kg bisa buat 2 hari, kalo makanan khusus kucing itu satu harinya 2 bungkus. Rakus emang. Epos ini termasuk kucing elit loh, penah dikasih makan keju, ayam "Kayi kumis", ama Steak. Wah wah wah. Ini nih salah satu yang menguras dompet anak asrama merudung putri. hihi

Kalo masalah kebersihan sih, sekarang epos udah bisa belajar hidup bersih (?).
Kalo mau poop atau pipis dia ketoilet. Hebat kan.
Epos dimandiin tiap 2 kali sehari, pake shampo khusus kucing. Waaannnnnnnnnnnnnnnggggiii banget.
Habis mandi biasany dipakeiin handuk, terus di hairdryer bulunya. 


Epos punya tempat tidur yang nyaman, yaitu Sofa yang ada diruang tamu. Padahal udah dibikinin tempat tidur dikamar, dengan segala selimut dan mainan didalamnya.

Epos seneng main bola. Juga seneng main ama si Gendut (Kucing Tetangga) sma Si Kerincing ( Kucing tetangga yang punya kalung).



Jumat, 19 April 2013

4. Nilai sikap dan karakter apa yang harus ditumbuhkan pada siswa ketika belajar konsep-konsep dalam ekologi hewan? Berikan contoh riilnya!

4.    Nilai sikap dan karakter apa yang harus ditumbuhkan pada siswa ketika belajar konsep-konsep dalam ekologi hewan? Berikan contoh riilnya!


Yang harus ditanam pada siswa akan konsep ekologi hewan dimulai dari menumbuhkan rasa sayang kepada satwa. Diberikan pengetahuan tentang satw dan bagaimana ekologi suatu satwa itu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya diberikan contoh yang ada pada habitat kebun binatang. Disitu kita dapat memperkenalkan tentang ekologi satwa yang ada. Dengan begini kita dapat menanamkan sikap dan karakter mengenai pemahaman konsep ekologi kedalam pikiran siswa itu sendiri.

6. Apakah manfaat pengetahuan tentang relung bagi aktivitas konservasi? Berikan salah satu contoh hewan langka, lakukan kajian tentang relungnya. (dalam satu kelas, hewan yang dikaji tidak boleh sama)!

6.    Apakah manfaat pengetahuan tentang relung bagi aktivitas konservasi? Berikan salah satu contoh hewan langka, lakukan kajian tentang relungnya. (dalam satu kelas, hewan yang dikaji tidak boleh sama)!




Manfaat dari pengetahuan tentang relung suatu hewan langka akan membantu sebuah komunitas konservasi untuk membangun habitat yang akan nyaman ditinggali atau ditempati suatu hewan. Dan juga dapat menekan kepunahan dari suatu spesies hewan. Begitu juga dengan burung Enggang yang jumlah populasinya sangat menghawatirkan. Berikut pengetahuan tentang  Burung Enggang :

Klasifikasi Burung Enggang :
Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Coraciiformes
Famili : Bucerotidae
Genus : Buceros
Spesies : Buceros vigil Forster







Dalam klasifikasi ilmiah, Enggang, merupakan sekelompok burung berparuh tanduk yang masuk dalam keluarga Bucerotidae. Ada sekitar 57 spesies dalam keluarga burung ini yang 10 di antaranya endemik Afrika, sebagian lagi endemik Asia, dan sisanya tersebar di wilayah lain. Burung Enggang dicirikan oleh ukuran tubuh yang besar, kurang lebih dua kali ayam kampung dan memiliki paruh yang sangat besar menyerupai tanduk sehingga dinamakan hornbill, yang berarti ‘paruh tanduk’. Dari kejauhan, burung ini dapat dikenali melalui suara yang parau lantang. Burung dengan ukuran tubuh yang sangat besar, dengan suara yang keras serta beberapa jenis memiliki warna tubuh yang mencolok, merupakan burung yang sangat jarang dijuampai. Kelompok burung Enggang (Bucerotidae) mempunyai paruh besar dan kokoh tetapi ringan serta bersifat arboreal.


Enggang tidak termasuk dalam burung “vegetarian” (herbivora). Ia suka menyantap berbagai menu. Dalam daftar makanan hariannya terdiri dari aneka buah (terutama buah beringin/ara (Ficus sp.) dan palem ), serangga, reptil dan burung kecil bahkan tupai.
Enggang suka bersarang di lubang-lubang pohon besar. Namun berbeda dengan kebanyakan burung lainnya, dalam masa mengerami, betina akan mengurung diri selama masa mengerami dan jantan akan setia melayani istrinya, karena enggang dikenal sebagai burung yang setia pada pasangan (monogami).

Saat musim bertelur, betina akan bertelur di lubang-lubang pohon sebagai sarang. Biasanya ia akan menempatkan 1 – 5 telur dalam satu kali musim bertelur. Setelah semua telur ditempatkan sedemikian rupa, maka betina akan menutup lubang pohon dengan lumpur dan meterial lain. Ia kemudian mengurung diri di lubang gelap yang sempit sambil mengerami telurnya. Jantan akan membantu menutup lubang dengan membiarkan sedikit celah sempit. Celah ini digunakan jantan untuk menyuplai makanan bagi betinanya.

Burung enggang gading menyukai habitat hutan yang lebat dengan banyak pohon buah-buahan. Burung enggang gading bertengger di pohon yang tinggi ( upper canopy) dengan ketinggian ±1500 mdl. Burung enggang juga dapat hidup rukun dengan primata di sebuah pohon yang berbuah. (Forestry, Sarawak, Goverment. 2008)

Burung Enggang Gading persebarannya di hutan hujan tropis di Kalimantan dan Sumatra serta Malaya Peninsula. (Forestry, Sarawak, Goverment. 2008)



Peranan dari burung ini yaitu karena sangat menyukai buah ara, dimana buah ini merupakan pohon kunci bagi kelestarian satwa liar. Kelompok burung Enggang (Bucerotidae) yang tergolong satwa pemakan buah, berperan dalam penyebaran biji di hutan. Biji-biji tersebar melalui kotorannya karena sistem pencernaan Enggang tidak merusak biji buah. Selain itu, pergerakan Enggang keluar dari pohon penghasil buah membantu menyebarkan biji dan meregenerasi hutan secara alamiah.

Sesuai keputusan Menteri Pertanian dan Kehutanan, burung ini masuk dalam satwa yang dilindungi. Sehingga tidak seorang pun boleh membunuh, menangkap atau memelihara burung yang tergolong satwa lindung ini, dengan ancaman hukuman kurungan dan denda ratusan juga rupiah bagi yang melanggar. Untuk menjaga kelestariannya pemerintah suatu provinsi di daerah kalimantan menjadikan burung cantik ini menjadi mascot daerah, yang melambangkan citra daerah, yang dikagumi dan menjadi lambang kebanggan daerah, sehingga diharapkan partisipasi aktip dari masyarakat untuk turut melestarikannya. Selain pengawasan peredaran dan konservasi, melestarikan hutan dan lingkungan juga merupakan upaya konservasi. Burung yang di Indonesia hanya ada di Kalimantan, dan Sumatera ini kian lama kian menyusut sebab banyak diburu oleh kolektor hewan langka. Untuk dikolektor paruh dari burung ini. Pelestarian Enggang Gading menuntut pelestarian hutan tropika, di Kalimantan tidak sulit meluangkan habitat yang diperlukan burung lambang jati diri propinsi. (Diambil dari buku Jenis-Jenis Fauna Penjati diri Provinsi). Burung Enggang Gading termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 226 tahun 1931, UU No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang dipertegas dengan SK Menteri Kehutanan No. 301/Kpts-II/1991 tentang Inventarisasi Satwa yang dilindungi UU dan No. 882/Kpts-II/1992 tentang Penetapan Tambahan Beberapa Jenis Satwa yang dilindungi UU. Departemen kehutanan mengungkapkan burung Enggang Gading tergolong spesies yang mendekati punah dan atau langka.

Sumber : http://bi0green.wordpress.com/2009/02/07/burung-enggang/

5. Uraikan satu contoh pemanfaatan indikator hewan untuk monitoring kondisi lingkungan secara mendetail, mulai dari jenis, prinsip dan praktik pemanfaatannya!


5.    Uraikan satu contoh pemanfaatan indikator hewan untuk monitoring kondisi lingkungan secara mendetail, mulai dari jenis, prinsip dan praktik pemanfaatannya!

Bioindikator petunjuk kondisi alam; bioindikator dapat menggambarkan kondisi alami dari lingkungan yang ada disekitarnya. Kondisi alami ini dapat berupa bencana alam seperti banjir atau letusan gunungapi. Sebagai contoh adalah pada prilaku buaya yang memindahkan sarang dan telur-lelurnya ketempat yang relatif tinggi dan jauh dari badan air atau sungai. Jika hal ini dilakukan buaya maka dapat diindikasikan bahwa air sungai tersebut akan meluap dan terjadi banjir di daerah tersebut.

Bioindikator sebagai petunjuk perubahan kualitas lingkungan; perubahan kualitas lingkungan yang terjadi disini disebabkan karena aktifitas manusia. Pada daerah perairan atau sungai, ikan merupakan bioindikator yang paling baik untuk menunjukkan kualitas air pada perairan atau sungai tersebut. Beberapa jenis ikan terutama yang memiliki warna sisik yang cerah ada terang dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator terhadap pencemaran air. Jika suatu perairan telah tercemar zat kimia terutama pestisida dan logam berat maka warna sisik ikan yang semula terang dan cerah akan berubah menjadi kabur dan tidak jelas. Hal ini terjadi karena sel-sel pembawa warna pada ikan “Cloroflas” akan rusak sehingga warna sisik ikan menjadi pudar karena zat pembawa warna menjadi mengecil. Hal lain yang dapat diamati pada ikan adalah gerakannya. Jika suatu perairan telah tercemar maka akan mengganggu insang ikan dalam proses penyerapan oksigen dalam air, sehingga gerakan ikan menjadi tak beraturan karena insang tidak dapat mengambil oksigen dengan baik.





Blog : http://erfan1977.wordpress.com/2011/08/01/bioindikator-lingkungan/

3. Jelaskan aplikasi konsep interaksi populasi, khususnya parasitisme dan parasitoidisme, dalam pengendalian biologis. Berikan contohnya!

3.    Jelaskan aplikasi konsep interaksi populasi, khususnya parasitisme dan parasitoidisme, dalam pengendalian biologis. Berikan contohnya!

Interaksi populasi merupakan suatu interaksi yang dilakukan oleh beberapa populasi yang terdapat dalam suatu lingkungan tersebut, sebagai contoh kecilnya yaitu terjadinya suatu hubungan simbiosis antara burung jalak dan kerbau atau banteng yang terdapat dalam ekosistem hutan. Parasitisme merupak organisme yang dapat hidup dalam suatu inang tertentu namun berukuran lebih kecil dari pada hewan parasit tersebut. Dalam kelangsungan penempelannya ini inang akan mengalami kematian namun dalam jangka waktu yang cukup lama. Berbeda dengan parasitisme, Parasitoidisme merupakan suatu organisme yang hidup menempel atau hidup bersama dengan inangnya namun ukuran dari inangnya tersebut lebih besar ataupun sama dengan ukuran dari parasitodisme dan dapat menyebabpak kematian dalam waktu singkat. Dalam pengembangan pengertian dari interaksi populasi ini dapat disimpulkan bahwa dalam suatu lingkungan pasti terdapat beberapa populasi yang memiliki sifat berbeda dan dapat melakukan suatu hubungan dengan organisme lainya baik secara persaingan ataupun hidup bersama denga relung yang berbeda. Namun dalam hubungannya dengan pengendalian biologis ini dapat dimanfaatkan dalam dunia pertanian yaitu contohnya dalam pembasmian hama yang tidak memerlukan bahan tambahan kimia seperti pestisida yang mana nanti apabila digunakan dalam jumlah yang banyak maka akan menimbulkan kekebalan tersendiri dalam tubuh hama penyerang tersebut. Maka dalam pengertian yang telah dijelaskan oleh sumber dalam literature yang saya kutip diatas maka penggunaan parasitoidisme tersebut dapat digunakan sebagai pembasmi dari parasit yang mengganggu petani tersebut.


Blog : http://andiirmasuryani.blogspot.com

2. Jelaskan pemanfaatan konsep kelimpahan, intensitas dan prevalensi, disperse, fekunditas, dan kelulushidupan dalam kaitannya dengan penetapan hewan langka!

2.    Jelaskan pemanfaatan konsep kelimpahan, intensitas dan prevalensi, disperse, fekunditas, dan kelulushidupan dalam kaitannya dengan penetapan hewan langka!

Intensitas dapat diartikan sebagai kerapatan suatu spesies pada suatu ruang/ wilayah tertentu Sedangkan prevalensi yaitu frekuensi kehadiran suatu organisme pada wilayah/ ruang dan waktu tertentu. Atau bisa juga prevalensi diartikan tentang cacah dan besarnya daerah yang didiami oleh makhluk yang dimaksudkan di dalam kawasan secara keseluruhan.

Disperse merupakan penyebaran suatu populasi. Beberapa tipe penyebarannya adalah seragam, acak, dan acak berkelompok. Biasanya penyebaran ini terjadi apabila setiap populasi telah mencapai tingkat kepadatan, kerapatan tertentu, dan dengan keterbatasan daya dukung lingkungan.

Fekunditas secara umum berarti kemampuan untuk bereproduksi, atau kinerja potensial (kapasitas fisik) suatu populasi. Dalam biologi, fekunditas adalah laju reproduksi aktual suatu organisme atau populasi yang diukur berdasarkan jumlah gamet, biji, ataupun propagula aseksual.

Sehingga manfaat dari ini semua adalah dapat menggolongkan hewan yang akan langka, dengan mengetahu kelipaha dalam suatu komunitas atau populasi. Ini dapat dilihat dari cara reproduksi atau pertumbuhan dari individu. Dari ini ta dapat menerapkan dalam hewan langka dalam upaya konservasinya.

Blog : http://suryaayurahmawati.blogspot.com/2010/12/populasi.html

1. Konsep waktu-suhu yang berlaku pada hewan poikilotermik sangat berguna aplikasinya dalam pengendalian hama pertanian, khususnya dari golongan serangga.

1.    Konsep waktu-suhu yang berlaku pada hewan  poikilotermik sangat berguna aplikasinya dalam pengendalian hama pertanian, khususnya dari golongan serangga. Jelaskan arti konsep waktu secara singkat, dan berikan contoh ulasannya terkait dengan kasus ulat bulu yang menyerbu tanaman mangga di Probolinggo Tahun 2010.

Jawaban :

Pengaruh suhu terhadap kehidupan adalah hal yang paling mudah untuk diamati karena rangsangan akan lebih cepat direspon, karena perubahan suhu dapat dijadikan sebagai acuhan perubahan suatu perkembangan hewan. Pada kasus yang terjadi di daerah Probolinggo pada saat terjadinya peledakan populasi ulat bulu, dikareanakan suhu yang tidak menentu, dan juga musim hujan sehingga mempengaruhi naik turunnya suhu lingkungan tersebut semula suhu lingkungan masih bersahabat dengan perkembangan ulat bulu yaitu sekitar 10-150 C, akibat fluktuasi suhu yang tidak menentu menyebabkan perkembangbiakan ulat bulu semakin meningkat. Pada dasarnya suatu hewan poikiloterm akan melakukan perkembangbiakan lebih cepat pada saat mereka mendapatkan suhu lingkungan yang berada diatas suhu rata-rata hidupnya. Selain dikarenakan dengan suhu yang tidak seimbang yang membuat ulat bulu merasa terancam dengan lingkungnnya, tetapi juga karena telah kebalnya diri ulat bulu  terhadap pestisida yang di semprotkan oleh para warga di sebagian populasi. Semakin banyak macam pestisida dengan tingkatan beragam pula dapat menjadikan tubuh ulat bulu tidak rentan atau resisten terhadap racun yang ada. Dan masalah ini yang menyebabkan reproduksi ulat bulu semakin membludak. Peledakan pertumbuhan ulat bulu ini didukung pula oleh faktor alam dan lingkungan yang ada, seperti yang dijelaskan dalam jurnal sebagai literature yang menjelaskan factor lain yang memacu perkembangan ulat bulu adalah jenis dari mangga yang ditanam warga Probolinggo dan abu vulkanik yang diakibatkan oleh ledaakn gunung Bromo.
Begon, dkk (1986) menuliskan bahwa pengaruh berbagai suhu terhadap hewan ektoterm/poikiloterm mengikuti suatu pola tipikal, walaupun ada perbedaan dari spesies ke spesies yang lain. Pada intinya ada tiga kisaran yang menarik perhatian ialah:
1.    Suhu rendah berbahaya
2.    Suhu tinggi berbahaya
3.    Suhu diantara suhu tinggi dan suhu rendah.

Ada pengertian tentang kofisien suhu yang diberi symbol dengan huruf Q10’ misalnya Q10 = 2.5, berarti tiap-tiap kenaikan suhu 1°C menaikkan lau reaksi metabolisme2.5 kali. Sehingga mahluk ektotem/poikiloterm memasukkan sumberdaya dan melaksanakan metabolisme henya secara lambat pada suhu yang rendah, tetapi pada suhu yang lebih tinggi metabolisme akan lebih cepat (Nova,2012).

Faktor abiotik dan biotik dapat memicu peningkatan populasi ulat bulu, khususnya
A. sub marginata pada tanaman mangga. Faktor pemicu utama ledakan populasi ulat bulu adalah perubahan ekosistem yang ekstrem pada agroekosistem mangga. Perubahan ini dipicu beberapa hal, yakni musim hujan yang panjang pada tahun 2010−2011 yang menyebabkan kenaikan kelembapan udara. Suhu yang berfluktuasi berdampak terhadap iklim mikro yang mendukung perkembangan ulat bulu. Abu vulkanik akibat letusan Gunung Bromo, penanaman hanya satu varietas mangga, peralihan fungsi hutan menjadi hutan produksi, dan penggunaan input kimia seperti pestisida dan pupuk ikut menjadi pemicu ledakan populasi ulat bulu (Yuliantoro,dkk, 2012).

Literratur :

JURNAL :
Baliadi, Yuliantoro. dkk. 2011. " ULAT BULU TANAMAN MANGGA DI PROBOLINGGO: IDENTIFIKASI, SEBARAN, TINGKAT SERANGAN, PEMICU, DAN CARA PENGENDALIAN ". Malang   http://pustaka.litbang.deptan.go.id


Blogger :
http://novabiological.blogspot.com/2012/04/ekologi-hewan.html


Selasa, 05 Maret 2013

Tes Tes DEVI PP


Tes Tes Tes. Gak suka ngeblog, jadi lagi belajar. :')
Ma world berisi tentang kehidupan seorang manusia bernama Devi Pebriani Pertiwi anak dari Bapak Mustafah dan Ibu Marwah. Kakak dari Muhammad Chaidir Ali dan Miftahul Kamal Pasha. Cinta sama SUPER JUNIOR, Cho Kyuhyun. EXO Byun Baekhyun. Actor Kim Woo Bin.
Cukup.